“Jika benar melakukan briefing, apakah ada bukti otentik tertulis semacam absensi, kesepakatan bersama atau sejenisnya?”

 

Dalam bekerja sebagai profesional atau pekerja yang bertanggung jawab atas berhasilnya dijalankan suatu tugas di lapangan kita tentu telah memahami segala aturan dan prosedur yang berlaku di perusahaan. Bahkan untuk setiap pekerjaan terutama yang bersifat non-rutin, kita diharuskan untuk melakukan langkah-langkah identifikasi risiko yang bisa ditimbulkan dari kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan di lapangan. Langkah tersebut dituang dalam sebuah form isian yang biasa dikenal dengan nama Job Safety Analysis (JSA).

Hasil identifikasi yaitu JSA dipersiapkan oleh pelaksana, dikaji oleh pengawas pekerjaan bersama-sama dengan area authority dari lokasi akan direncanakannya kegiatan tersebut. Di dalam form JSA, kita akan menemukan semua tahapan pekerjaan yang akan dilakukan lengkap dengan risiko-risiko dan mitigasi-mitigasinya. Identifikasi risiko yang ada dalam JSA akan lebih baik jika dilakukan pemeriksaan langsung terhadap kondisi lapangan. Jika sudah yakin akan identifikasi yang dilakukan telah memadai, pengawas dan area authority kemudian akan menyetujui JSA tersebut. Selanjutnya pelaksana dapat membuatkan surat ijin kerja aman dan surat ijin masuk lokasi supaya dapat memulai pekerjaan di lapangan berdasarkan JSA yang telah disetujui tadi.

Berikut adalah contoh dari tahapan kerja aman di sebuah area Stasiun Pengumpul (SP). Katakanlah di SP Upgrade, kontraktor A akan melakukan pekerjaan panas di area tanki. Pengawas pekerjaan B dan pemilik aset C menyampaikan  bahwa pekerjaan panas tersebut harus dilakukan sesuai prosedur yang berlaku dimana si kontraktor A harus mempersiapkan dengan seksama semua persyaratan yang dibutuhkan untuk memastikan pekerjaan tersebut dapat berjalan dengan aman. Semua yang terlibat telah sepakat bahwa pekerjaan panas ini harus diberikan perhatian lebih dan sebisa mungkin dihindarinya adanya pekerjaan simultan di area terdekat. Mitigasi sudah ditentukan dan dilakukan dengan baik mengikuti skenario yang dituangkan dalam JSA sebelumnya. Semua orang yang berada di lokasi diberikan briefing sebelum memulai pekerjaan. Selain itu, satu orang dikhususkan melakukan pengecekan kandungan gas secara berkala di dekat pelaksanaan kerja panas untuk memastikan bahwa pekerjaan tersebut dilakukan dalam kondisi aman. Semua pihak sudah merasa yakin bahwa mereka telah melakukan mitigasi yang memadai dan akan aman selagi mengikuti prosedur yang ada terlebih kontraktor A yang sudah sukses di hari sebelumnya melakukan pekerjaan sejenis tanpa ada masalah. Semua pihak telah melakukan segala hal yang diyakini memadai dengan panduan prosedur dan aturan-aturan yang berlaku untuk memastikan suatu pekerjaan dapat dilaksanakan dengan aman.

Satu hal yang perlu diingat, tidak ada yang bisa menduga kapan suatu kecelakaan terjadi meskipun kita telah mengidentifikasi segala risiko, menentukan mitigasi, dan melaksanakan sesuai prosedur. Dari sejarah kecelakaan-kecelakaan yang terjadi di lapangan, kita dapat melihat penyebab dari kecelakaan tersebut tidaklah jauh dari human error atau equipment error. Secara pribadi, saya menyimpulkan kecelakaan terjadi itu pada dasarnya datang dari manusia itu sendiri. Entah karena akibat kelalaian atau kegagalan dari si pelaksana kerja di waktu itu atau dari pengawas  / pemilik area yang melakukan perubahan kondisi kerja tanpa koordinasi, atau bahkan kalau kita ambil lebih jauh datang dari kegagalan perancang peralatan yang ada di lokasi.

Kenapa sebuah kecelakaan kebakaran terjadi? Karena segitiga api telah terpenuhi. Tersedia oksigen yang cukup di udara (yang tidak bisa dikendalikan sama sekali), tersedia bahan bakar dan panas yang memicu terjadinya api. Bahan bakar jelas dapat berasal dari tanki terdekat yang beroperasi sedangkan panas bersumber dari aktivitas pemotongan atau pengelasan di lokasi.

Ketika sebuah kecelakaan terjadi, investigasi akan dilakukan oleh tim khusus. Data-data akan dibutuhkan untuk mencari root cause dari kecelakaan tersebut. Disinilah pentingnya kita untuk membiasakan pekerjaan kertas yang nanti akan sangat bermanfaat baik untuk tim investigasi maupun diri kita sendiri yang terlibat dalam pekerjaan yang menjadi kecelakaan tersebut. Bukti lisan dapat diragukan meskipun didukung oleh keterangan saksi lainnya.

Saat investigator meminta bukti otentik, maka disitulah Anda baru menyadari bahwa betapa pentingnya pekerjaan kertas bahkan sebuah carikan kertas lusuh dan kotor dengan tulisan tangan yang sangat jelek pun akan menjadi penentu.

Kita memang harus selalu ingat kerja dengan aman, namun tidak semua dari kita yang sadar bahwa kemalasan kita dalam mencatat atau mendokumentasikan suatu pekerjaan akan dapat mengakibatkan kecelakaan terjadi bahkan dapat menyudutkan kita dari posisi saksi menjadi tersangka.

Camkanlah kawan, biasakan dari sekarang mencatat dan dokumentasikan setiap tahapan pekerjaan yang kita lakukan. Dokumen tersebut akan menyelamatkan Anda berada dari posisi yang tidak mengenakkan tadi dan membantu untuk menentukan akar dari permasalahan yang terjadi.

Mencatat memang adalah pekerjaan yang merepotkan namun paksakan hingga anda terbiasa. Kenapa Anda berani mengambil risiko ketimbang repot sedikit dengan manfaat yang sangat besar bahkan untuk diri anda sendiri.

Ingat itu bos!

Advertisements